Beberapa kejadian yang masih hangat dalam belakangan ini :
KRI Untung Surapati 827 berhasil mengusir kapal perang tentara laut Diraja Malaysia KDU 3508, saat berada di perairan Blok Ambalat pada Senin (25/5). Sehari sebelumnya, KRI Hassanudin 366 juga mengusir Kapal Diraja (KD) Baung 3509 dan helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency yang mencoba masuk ke wilayah Ambalat.
Dan akhirnya Markas Komanda RI Kawasan Timur (Makoarmatim) menggerahkan tujuh kapal perang ke wilayah Ambalat menyusul meningkatnya intensitas keamanan di blok tersebut setelah kapal perang Malaysia memasuki wilayah Ambalat. Selain tujuh kapal perang, Armatim juga menempatkan satu satuan setingkat kompi (SSK) marinir di Nunukan yang bisa dikerahkan sewaktu-waktu. **kok nunggu diserobot dulu baru dijaga
[*]Memang tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi militer Indonesia hanya 1/3 dari Malaysia, namun Indonesia memiliki Man Power 2 kali lebih besar daripada Malingsia. Selain itu ternyata TNI AL telah membeli 4 kapal perang dan tumben barangnya baru lho dan kapal kapal tersebut digandengi teknologi yang baru.
Pemerintah juga berencana menaikkan anggaran militer sebanyak 700 miliar , namun tetap itu semua tidak cukup.

Ini adalah kapal korvet terakhir yang dipesan oleh Indonesia dari galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding, Belanda seharga 135,15 Juta Euro.
Kapal KRI Frans Kaisiepo-368 ini memiliki dimensi berat 1.692 ton, panjang 90,71 meter dan lebar 13,02 meter. Kapal korvet sigma generasi keempat itu mampu melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot. Kapal itu dilengkapi misil penangkis serangan udara 2 kali Quad MBDA Mistral TETRAL. Anti-surface missile 4 kali MBDA Exocet MM40 Block II dan senjata Oto Melara kaliber 76 milimeter
Dalam beberapa tahun ini, gaji pegawai PNS naik berkali kali lipat demi mensejahterakan para pegawai. Namun malah anggaran militer lha yang di korbankan.
Kenapa anggaran militer harus ditepatkan di posisi paling belakang padahal seharusnya untuk NKRI anggaran militer diutamakan setelah anggaran pendidikan.
Percuma masyarakatnya pintar namun buntut buntut nya bangsa ditindas oleh bangsa lain hanya gara gara kekuatan militer kita kecil.
Bayangkan pada saat jaman mendiang Soekarno, Malaysia takut habis habisan dengan militer kita. Tapi apa yang terjadi sekarang? Malah kebalikannya.
Seharusnya kita memutuskan hubungan bilateral dengan Malaysia dan cabut semua TKI yang ada disana. Buat apa kita menjilat Malaysia terus. Lebih baik para TKI tersebut dipulangkan dan Pemerintah mencari solusi mensejahterakan mereka melalui pertanian seperti jaman Soeharto dahulu.
Setujukah kalian apabila nanti saat kekuatan militer dan ekonomi Indonesia sudah cukup stabil, kita lawan Malaysia si Malingsia dengan cara apapun?
Seberapa Nasionaliskah kalian untuk membela Tanah Air kita?